Feed on
Posts
comments

comfort

saat ini semua telah berubah..

tak ada lagi kenyamanan yang dulu pernah terasa..

kejujuran dan ketulusan belum lah cukup..

masih ada unsur kenyamanan yang terlupakan.

lebih baik jujur yang menyakitkan dari pada sebuah kebohongan, tapi kalau kejujuran itu isinya hanya sesuatu yang terus menyakiti.. apa lagi artinya ketulusan..

kejujuran dan ketulusan sudah tak berarti apa2.

berbuat kesalahan dan mengakuinya dengan jujur, namun bukan menjadikannya sebuah pelajaran tapi terus diulangi.. dia akan selalu berfikir itu bukan masalah.. karena dialah sumber masalahnya.. bagaimana caranya agar dia bisa menyadari itu semua..??

bersikap sesuatu yang menurut dia wajar, tapi bagi orang lain sudah tak wajar. dan tanpa dia sadari sikapnya itu menyakiti seseorang.

mencoba bertahan tapi semua terasa hampa… tak ada lagi komunikasi kompromi.. tak ada lagi komunikasi dua arah… semua bagaikan terbalik.

Aku hanya bisa tersenyum pahit, saat kau ceritakan semuanya dengan tawa riangmu.. cerita2 yang terus masuk semakin dalam walaupun telah kucoba menahannya masuk ke hati ini. Kau ceritakan dengan bangga, kau ceritakan dengan riang, kau ceritakan tanpa memperdulikan perasaanku. kau hanya terus bertameng di balik kata kejujuran dan ketulusan…

Saat niat awal untuk saling meyakinkan.. untuk saling menguatkan sudah tak dapat lagi terpenuhi. Saat apa yang kau inginkan dan apa yang aku inginkan tak bisa lagi dikompromikan… aku hanya berserah kepada-Nya.. jawablah do’aku.. beri kemantapan di hatiku. keputusan apa yang harus ku ambil.

need u

Apa yang harus aku lakukan saat ini untuk mu.. agar kau tahu kalau aku di sini sangat memerlukanmu..

I need u.. my prince…

mata

Mata tidak akan pernah berbohong.. sorot mata memancarkan kejujuran..

aku sudah lama tidak bertatap mata denganmu.. apakah masih ada ketulusan dan kejujuran di sana… yang selalu aku temukan dari sorot matamu.

Tapi saat keadaan tak lagi berpihak, sebuah jarak yang memisahkan, aku masih bisa mendengar suaramu. Tapi tak bisa ku lihat lagi sorot mata itu dan aku tak boleh membenci keadaan. aku tak boleh berperang dengan keadaan dan aku tak boleh bersedih dengan keadaan.

Tak ada yang mengikatmu untuk selalu berada di dekatku, jadi kau pun bebas dengan pilihanmu untuk menjaga sorot mata itu atau mengganti pancaran sorot itu dengan sesuatu yang tak pernah aku lihat sebelumnya. Tapi aku meminta kalau mata itu tak dapat kulihat… berilah aku kejujuran dari tutur katamu.

Aku tak akan menangisi sebuah kejujuran, dan aku tak akan bersedih karena kau jujur padaku. Tapi aku akan tertawa bangga karena kejujuran tuturmu, aku akan bahagia dengan kejujuran ucapmu.

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini… lautan sekalipun dapat diseberangi, sebuah burung baja pun dapat terbang dengan gagahnya.

Semua itu mungkin prince…

maafkan aku tak bisa
memahami maksud amarahmu
membaca dan mengerti isi hatimu

* ampuni aku yang telah
memasuki kehidupan kalian
mencoba mencari celah dalam hatimu

aku tahu ku takkan bisa
menjadi seperti yang engkau minta
namun selama nafas berhembus
aku kan mencoba

aku tahu dia yang bisa
menjadi seperti yang engkau minta
namun selama aku bernyawa
aku kan mencoba
menjadi seperti yang kau minta

tapi bila kau sudah tak lagi memintaku… apa yang harus kulakukan lagi selain membiarkanmu pergi menjemput kebahagiaan sejatimu yang tidak kau dapatkan dariku.

Good luck dear…

sempurna

kucoba tepis feelingku…

semua orang di sekitarku meyakinkanku dan aku pun luluh… aku mulai menerimamu.

walau feelingku berkata tidak.

semua berawal dengan kebahagiaan, tapi ternyata kau datang memang benar2 untuk menyempurnakan sakit ini.

dengan berbagai alasan kau berikan padaku sebelumnya, dengan berbagai kekuatan pula aku mencoba untuk mempercayai sesuatu yang sudah benar2 kuragukan.

Thank u my prince for everything u have given me.

Kalau kau datang hanya untuk menyempurnakan sakit ini, kumohon pergilah dari hidupku dan jangan pernah kau ganggu aku lagi.. aku memohon padamu.

karena tak mudah buat aku melepasmu, dan tak mudah buat aku melupakanmu.

Kau tau bagaimana sakitnya aku saat kau datang, dan kau pun pergi meninggalkanku lebih sakit lagi…

satu kalimat yang sangat manyakitkanku….

“V… U realy know me… Thanx a lot gorgeous… I just need little time
to resting my mind, thanx 4 still believe in me.”

beberapa kata yang tak asing buat aku baca, tapi kali ini bukan buat aku.

ya..setahun memang bukan waktu yg cukup untukku benar2 mengenalmu.

Sempurnaaaa rasa sakit ini. sangat sempurna…. hingga tak kusadari sesuatu yang hangat telah membasahi pipiku dan jatuh di pangkuanku.

Ups…tak sadarkah aku berada di kantor?

Tak sadarkah aku semua pandangan tertuju padaku…. Oh God…

Dia melakukan dengan sempurrrnaaa… mungkin memang ini yang diinginkannya.

Keyakinan

Tak kusesali.. cintaku untukmu, meskipun dirimu.. tak nyata untukku, sejak pertama kau mengisi hari-hariku, aku tak meragu.. mengapa harus dirimu…

Aku takkan bertahan bila tak teryakinkan……….

This song by : Rio Febrian.

yups…nice song for this moment..

aku takkan bertahan bila tak teryakinkan… mampukah aku meyakinkanmu dan mampukah kamu meyakinkanku…

masih sulit untuk terjawab, saat sebuah langkah kedepan harus terhenti.

Aku mencoba melangkah, tapi langkahku terhenti. karena sebuah trauma masa lalu kah atau karena sebuah ungkapan.

kukumpulkan segenap kekuatanku, kubuang rasa takutku, kubuang kekhawatiranku, kukerahkan semua nyaliku, namun saat aku kembali mencoba melangkah lagi, seseorang memotong langkahku dan membuatku kembali mati langkah.

Aku hanya bisa terdiam, tak ada lagi keberanianku. nyaliku ciut saat itu juga.

Aku menjadi takut untuk menatap masa depan, menjadi takut untuk melangkah kedepan.

Aku takut dengan sebuah keraguan, sebuah ketidakpastian kemana akan melangkah.

Yang aku inginkan sebuah keyakinan, nyali. Pegang tanganku dan ajak aku melangkah bersama.

tanya

Semua kembali samar… abu-abu tak jelas apakah hitam atau putih..

keyakinanku luntur kembali, aku tak mampu menolak juga tak mampu menerima.

Keputusan yang telah kuambil tak akan aku rubah kembali, karena aku pun tak punya daya untuk merubahnya. Semua sudah terlanjur… terlanjur memasuki kehidupanku, dan aku terlanjur membiasakannya.

Apakah aku cukup mampu bertahan dengan tanda tanya ini…??

Harusnya aku bertanya padamu..? tapi berkata pun aku tak mampu, karenamu..

kegelisahan karena keraguan yang datang, ketidakyakinan yang menghampiri, berusaha untuk kumusnahkan tetapi tetap saja hadir karenamu… saat ini kaupun tak bereaksi apa-apa. selain diam dan tak menyadari kegelisahanku.

lalu darimana lagi kekuatanku untuk bertahan kalau kamu pun tak menguatkanku..

Puzzle

Jahatnya aku membenci seorang yang tak pantas ku benci dengan semua kebaikannya.. termasuk membantuku mengumpulkan puzzle ini. Tapi perasaanku ditengah kemelut ini mengatakan kalau dia datang hanya akan menyempurnakan sakit ini.

Berusaha kuat aku mengumpulkan semua kepingan ini… tapi aku masih tak mampu karena aku masih saja terjerat dalam tempat yang sama. Hingga seseorang yang sempat pergi karena permintaanku datang kembali membantuku.

Saat semua kepingan ini mulai terangkai nyaris sempurna, seorang yang pernah menjadi bagian dari hidupnya dan hidupku menyentuhnya dan nyaris menghancurkannya kembali berkeping-keping hingga aku harus berusaha lagi untuk mengumpulkannya.

Rasa takut kembali hadir, rasa bimbang, sedih , panik dan aku sempat berfikir untuk mengakhiri semuanya. mengakhiri hubungan ini. Mengakhiri sebelum dia menyempurnakan sakit ini. Mengakhiri sesuatu yang sudah aku mulai.

Tapi aku mulai tak bisa melepasnya, meskipun dia jauh dariku, dia tak pernah bisa hadir di sampingku, memegang tanganku disaat aku sedih, memberikan pundaknya disaat aku ingin bersandar, memberikan pelukannya disaat aku ingin sebuah kemanan dan kenyamanan tapi dia memberiku yang lain, dia mengenalkanku kembali dengan kebahagiaan, ketulusan, kejujuran yang hampir mati dariku.

Dia mungkin tak sesempurna yang aku inginkan, tapi dia membuatku melihat dia sempurna seperti yang kuinginkan.

Prince…

Ajari aku ’tuk bisa
Menjadi yang engkau cinta
Agar ku bisa memiliki rasa
Yang luar biasa untukku dan untukmu

Ku harap engkau mengerti
Akan semua yang ku pinta
Karena kau cahaya hidupku, malamku
‘tuk terangi jalan ku yang berliku

Hanya engkau yang bisa
Hanya engkau yang tahu
Hanya engkau yang mengerti, semua inginku

[ajari aku 'tuk bisa mencintaimu]
[ajari aku 'tuk bisa mengerti kamu]

Mungkinkah semua akan terjadi pada diriku
Hanya engkau yang tahu
Ajari aku ’tuk bisa mencintaimu

Perih…

Saat itu aku benar-benar tidak mengetahui apa yang sebenarnya aku rasakan.

Aku nyaris tidak bisa membedakan hangatnya selimut dan dinginnya lantai kamar. Semua terasa sama.

Aku benar-benar ingin sendiri saat itu, tak kuperdulikan pandangan semua orang terhadapku.

Aku hanya ingin sendiri, kulangkahkan kakiku keluar rumah, entah kemana tujuanku juga tidak kuketahui…kemana saja langkahku membawaku..aku sudah tidak perduli. Karena saat itu semua bagaikan mimpi buruk. Semua hilang, yang tertinggal hanya kepahitan menyakitkan.

Hanya hal-hal sedih yang terpikir olehku saat itu, air mataku mulai merebak kembali, hatiku benar-benar terluka. Aku berharap saat itu juga aku bisa kehilangan kesadaranku agar aku bisa beristirahat sejenak dari kepedihan dan kesakitan, tapi ternyata aku masih cukup sadar…ya..aku benar-benar sadar.

Aku tak ingin lebih lama lagi terpuruk ditempat ini, terpuruk oleh perasaan tersiksa…tersiksa karena mimpi-mimpi burukku, tersiksa karena kehilangan, tersiksa oleh perhatian-perhatian seseorang yang tidak aku inginkan.

Hari Kamis, menjadi hari yang begitu cepat terlewat, karena aku terfokus untuk esok hari. Hari yang akan membawaku terbang kerumah orang tuaku. Namun hari itu tidak berlangsung semulus yang kuinginkan. Karena tetap saja ada mimpi buruk dan tangisan di malam hari karena sebuah kebodohanku yang masih merindukannya dan ingin mendengar suaranya.

Kabut tebal masih saja mengaburkan hatiku yang kugunakan untuk melewati hari-hariku yang semakin membingungkan.

Aku sudah tidak ingat lagi seperti apa perjalanan pulangku, tapi aku bersyukur karena waktuku bisa berjalan sangat cepat tanpa merasakan hari itu. Aku tidak perlu melawan kabut yang menyelubungi pikiranku.

Desember..

Januari…

Februari…

Maret…

April…

Mei…

Juni…

Waktu terus berlalu, disaat semua terasa berhenti dan mustahil berlanjut ternyata waktu masih saja terus berjalan.

Disetiap detik-detik waktu yang terasa menyakitkan bak denyutan nadi didalam tubuhku yang memar. Waktu terus berjalan, bak anak kecil yang merengek untuk dibelikan mainan..terus merengek, meskipun sang ibu menyeretnya untuk pergi..terseret-seret, tapi waktu terus saja berjalan.

Bersusah payah aku menata serpihan-serpihan hatiku yang hancur, merekatkannya kembali satu persatu seperti puzzle yang hancur berantakan.

Saat semua sudah mungkin…ternyata aku belum cukup kuat merekatkannya, karena puzzle itu kembali berantakan saat aku teringat wajahnya, suara tawanya, mendengar kabarnya dari sahabatnya, membuat aku sangat tersiksa. Mengapa kepedihan ini terus saja hadir dan masih saja terus memperbesar lubang yang ada di hatiku.

Aku merasa sangat tolol karena percaya akan janji-janjinya, janji yang dilanggar setelah ia membuatnya… sedang aku terus saja menunggunya datang untuk menepati janjinya.

Meski aku telah berjuang sangat keras untuk tidak memikirkannya, tetapi ternyata aku mengingkari untuk berjuang melupakannya.

Dia yang mengenalkanku dengan cinta, ketulusan, kepercayaandan kerelaan berkorban. Dia juga yang memperkenalkanku dengan rasa sakit, kekecewaan, kebohongan dan pengkhianatan.

Aku ingin mencoba melanjutkan hidupku dengan memulai yang baru.. tapi disaat aku ingin memulainya.. di saat itu pula lubang di hatiku kembali berdarah.

Ya..Allah mengapa tidak kau jawab doa-doa dalam sholat malamku..mengapa tak Kau enyahkan dia dari pikiranku..dan berikan aku sebuah keikhlasan..

Fire and Ice

Some say the world will end in fire,

Some say in ice.

From what I’ve tasted of desire

I hold with those who favor fire.

But if it had to perish twice,

I think I know enough of hate

To say that for destruction ice

Is also great

And would suffice

ROBERT FROST

Kesimpulan yang salah

Dua bulan telah berlalu, dia mengira lubang dihatinya yg terluka telah kering, tapi ternyata luka itu masih saja tetap berdarah.

Bahkan ketika kegiatana bodoh yang dilakukannya di luar kendalinya kembali membuat luka itu berdarah…

heheheh…dia membuat kesimpulan yg salah…. dia kembali harus menanggung resiko yang amat sangat sakit dan pahit ketika dia harus mendengar suaranya.. suara yang sudah tidak selembut dulu, suara yang acuh…

Dahulu dia amat sangat mencintai Yogya dan juga telah belajar mencintai Jakarta… hahaha ternyata begitu cepat dia berubah pikiran… 2 kota itu menjadi kota yang sangat sulit buat dia menjalani hidup didalamnya… karena dari setiap sudut kota itu hanya akan melukainya…

Lalu harus kemana dia kembali….? ke kota mana dia harus melanjutkan hidupnya??? masih menjadi tanda tanya besar untuknya…?

Dia menyuruhku menyampaikan pesan untuk dianya…

“Dia tidak akan pernah bisa membenci dianya… karena dianya pernah memberi kebahagiaan sendiri untuk dia… Dia berharap bisa ikhlas dan bisa bahagia dengan semua keputusan dianya…termasuk melihat dianya bersama yang lain… maaf kalo dia pernah mengira dianya yang telah meminjamkan tulang rusuk untuk dia…

dia ingin agar dianya bisa menjaga hati dia yang dulu diberikan kepada dianya..karena hati itu belum bisa kembali ke dia…karena masih mati rasa katanya…heheheh..titip bentar ya dianya…nanti kalo dah siap di ambil lagi deh tu hati..hehehehe… dia lagi fokus menaikkan level nih katanya..hehehehe…mohon doanya ya..dianya..”

Older Posts »